FAJARNUSA.COM – Mendekati Pilpres 2024, berbagai lembaga survei tak henti hentinya merilis hasil sigi mereka terkait elektabilitas bakal calon presiden yang diprediksi turut serta dalam Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil Presiden 2024.
Hasil survei yang berhasil dirangkum CNBC Indonesia sejak awal Juli 2023, berikut 29 hasil survei.
Lembaga Survei Indonesia (LSI)
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Tak Masuk Nominasi Ballon d'Or 2023 ? Messi dan Halland Jadi Kandidat Terkuat
Data LSI mengungkap elektabilitas Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo naik, sementara elektabilitas Anies Baswedan turun.
Ganjar berada di urutan pertama simulasi tiga capres. Elektabilitas Ganjar mencapai 37 persen pada Agustus 2023. Elektabilitasnya naik enam persen sejak Agustus tahun lalu.
Sedangkan Prabowo berada di posisi kedua dengan 35,3 persen. Pada Agustus 2022, elektabilitas Prabowo mendapat 30,1 persen.
Baca Juga: Pengunjung Prewedding Picu Kebakaran di Bromo Akibat Nyalakan Flare, Begini Kronologinya !
Sementara itu, hasil yang di rangkum LSI, Anies Baswedan menjadi kandidat satu-satunya yang mengalami penurunan elektabilitas. Elektabilitas Anies turun dari 28,2 persen ke 22,2 persen.
"Anies menurun dibanding setahun yang lalu. Pada dasarnya, dari simulasi top of mind sampai tiga calon, terjadi pertarungan ketat antara Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam jumpa pers daring, Rabu (30/8).
Kendati demikian, Djayadi mengingatkan masih ada kemungkinan perubahan suara saat Pilpres 2024. Ia menyoroti tingkat loyalitas pemilih.
Baca Juga: Membahas Film Yang Katanya Seru ! Point Break Kini Jadi Pilihan Tontonan Bioskop Bulan September 2023
"Apakah angka tiga nama ini masih berubah? Jawabannya iya, karena ada sekitar 34 persen pemilih yang sudah menentukan pilihannya saat ini ke tiga nama tersebut menyatakan pilihannya belum kuat," ujarnya.
Hasil survei LSI yang digelar pada 3-9 Agustus 2023 dengan melibatkan 1.220 orang responden. Margin of error survei +/-2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sebelumnya, LSI juga merekam persaingan elektabilitas tiga bakal capres. Survei 15-21 Juli 2023 itu menyebut elektabilitas Ganjar 35,2 persen, Prabowo 33,2 persen, dan Anies 23,9 persen.
Baca Juga: Wulan Guritno di Panggil Bareskrim Polri Hari Ini Terkait Dugaan Promo Judi Online
Sementara menurut hasil survei Litbang Kompas, Ganjar dan Prabowo juga bersaing ketat sebagai bakal calon presiden. Anies berada di posisi ketiga.
Dalam simulasi terbuka, elektabilitas Ganjar berada di angka 24,9 persen, Prabowo Subianto 24,6 persen dan Anies Baswedan 12,7 persen.
"Perolehan Ganjar kali ini kembali naik setelah pada Mei 2023 turun ke angka 22,8 persen. Posisi keterpilihannya sekarang mendekati elektabilitas Januari 2023 yang sebesar 25,3 persen," dikutip dari survei Litbang Kompas yang dimuat Harian Kompas, Senin (21/8).
Baca Juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabwo Pantau Command Center Pengamanan KTT Asean
Hasil survei Indikator Politik Indonesia yang dilakukan pertengahan hingga akhir Juli menyatakan elektabilitas Ganjar Pranowo mengungguli Prabowo Subianto dan Anies Baswedan.
Dalam simulasi top of mind, elektabilitas Ganjar 22,8 persen. Diikuti Prabowo 22,2 persen dan Anies Baswedan 15,4 persen.
Dari hasil survei LSI dan Litbang Kompas di ketahui Capres Anies Baswedan berada di urutan terendah bahkan cenderung semakin turun.
Dengan adanya deklarasi pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin), apakah akan mendongkrak elektabikitas Capres Anies Baswedan tersebut, atau bahakan semakin menurun.
Diketahui Anies Baswedan berpasangan duet dengan Muhaimin Iskandar yang belakangan ini Cak Imin, sapaan akrabnya itu sedang di kait-kaitkan dengan kasus gratifikasi Kemenaker tahun 2012 saat Cak Imin menjabat Menakertrans.