Surat 'Cinta' Adian Napitupulu Untuk Partai Demokrat: Sebelum Demo Baiknya Belajar Matematika dan Sejarah Dulu

photo author
Hanung, Fajar Nusa
- Rabu, 7 September 2022 | 15:52 WIB
Adian Napitupulu / Sekjen PENA 98 (Persatuan Nasional Aktivis 98) (Ist)
Adian Napitupulu / Sekjen PENA 98 (Persatuan Nasional Aktivis 98) (Ist)

FAJARNUSA - Di era SBY total kenaikan harga BBM (Premium) Rp 4.690 sementara di era Jokowi total kenaikan BBM jenis Premium/Pertalite Rp 3.500. Jadi SBY menaikan BBM lebih mahal Rp 1.190 dari Jokowi.

Di era SBY upah minimum (contoh DKI) Rp 2.200.000 utk tahun 2013. Dengan BBM harga 6.500 per liter maka upah satu bulan hanya dapat 338 liter perbulan. Di era Jokowi hari ini BBM Rp 10.000 tapi upah minimum Rp 4.641.000 perbulan. Dengan demikian maka di era Jokowi setiap bulan upah pekerja senilai dengan 464 liter BBM. Jadi ada selisih kemampuan upah membeli BBM antara SBY dan Jokowi sebesar 126 liter.

Di era SBY masih ada "mafia" terorganisir dan masif yaitu Petral yang embrionya sudah ada sejak awal orde Baru yaitu tahun 1969 dan beroperasi mulai 1971. Di era Jokowi Petral di bubarkan tahun 2015 hanya 6 bulan setelah Jokowi di lantik.

Pembangunan jalan tol sebagai salah satu infrastruktur penting dalam aktivitas ekonomi di era SBY hanya mampu membangun 193 km jalan tol sedangkan di era Jokowi jalan tol yang di bangun hampir 10 kali lipat dari zaman SBY yaitu 1.900 km. Kalau mau di hitung lebih detail lagi dari jalan tol, jalan nasional non tol, jalan propinsi, jalan kabupaten hingga jalan desa sepanjang 304.490 KM maka setiap detik Jokowi membangun tidak kurang dari 1,5 meter jalan kali lebar yang berbeda beda.

Dari perbandingan perbandingan angka angka tersebut di atas maka era SBY tentunya merupakan era kesedihan bagi semua orang kecuali mereka yang berkuasa saat itu

Saya menyarankan agar kader Demokrat untuk bisa belajar matematika dan belajar sejarah sehingga jika membandingkan maka perbandingan itu logis tidak anti logika dan a historis.


Jakarta 7 September 2022

Hormat Saya


Adian Napitupulu
Anggota DPR RI FPDI Perjuangan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Hanung

Sumber: press release

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Catatan Kritis untuk Lumajang dari Anak Bunda

Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:55 WIB

Sumpah Pemuda dan Peringatan Keras Untuk Bangsa

Senin, 28 Oktober 2024 | 08:38 WIB
X