lifestyle

Munculnya Tren Berbelanja Online, Pedagang Pasar Tanah Abang Kini Curahkan Isi Hatinya

Rabu, 20 September 2023 | 14:54 WIB
kondisi terkini pasar tanah abang alami kesepian pembeli pada Rabu, 20 September 2023 (foto:instagram/@pasar_.tanahabang)

FAJARNUSA.COM – Di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, para pedagang seperti kuli panggul, penjual pakaian, pedagang alat rumah tangga, bahkan tukang parkir, tengah menghadapi penurunan pendapatan yang signifikan.

Rizal, seorang kuli panggul, berbicara tentang hilangnya pendapatan dari jasa angkut barangnya selama lebih dari dua minggu terakhir. Dia mengatakan bahwa sekarang pasar Tanah Abang sepi pengunjung karena orang lebih suka berbelanja secara online melalui e-commerce dan social commerce. Selain itu, harga-harga yang ditawarkan secara online juga jauh lebih murah.

"Sepi sejak ada penjualan online jadi kita enggak bisa ngapa-ngapain sejak Hari Raya Lebaran Haji," ujarnya, Selasa (19/9/2023).

Baca Juga: Viral Pelawak Sepuh Dibilang Sombong, Sule Angkat Suara Berikan Tanggapan

Pendapatan Rizal biasanya sekitar Rp 200.000 per hari, tetapi sejak pasar Tanah Abang sepi, pendapatannya turun sekitar Rp 50.000 per hari. Bahkan, ada hari-hari ketika dia sama sekali tidak mendapat pekerjaan karena tidak ada barang yang perlu diangkut.

"Pernah enggak dapat sama sekali karena memang enggak ada yang ngirim barang. Enggak ada barang yang mau diangkut, kan online semua," tambahnya.

"Pokoknya kita porter pada duduk semua, kan ini enggak ada kerjaan. Biasanya disuruh angkut barang ke Stasiun Tanah Abang, lah ini pelanggan tetap saya aja tutup," jelas Rizal.

Baca Juga: Kasus DBD Meningkat, DPR Mempertanyakan Kesiapan Pemerintah

Hal itu dianggukkan oleh Anton, salah satu pedagang Pasar Tanah Abang Blok B. Dia mengatakan, TikTok Shop sangat merugikan pedagang.

Sebab, menurut dia, harga jual di platform tersebut jauh lebih murah dibanding di mal dan juga Pasar Tanah Abang.

"Minta tolong ke Pak Menteri, online shop TikTok berpengaruh banget buat pedagang di sini," ujar Anton.

Baca Juga: 2 Rumah Rusak Akibat Truk Tronton Terguling Di Sumedang, Sopir Alami Luka Berat

Bahkan menurut dia, harga barang di TikTok Shop keterlaluan murah. Dia mencontohkan dirinya menjual gamis seharga Rp 100.000 per piece, sementara di TikTok Shop ada yang menjual Rp 39.000.

Pedagang lain di Pasar Tanah Abang juga merasakan dampak yang sama. Banyak dari mereka tidak lagi mampu membayar sewa toko dan gaji karyawan mereka, dan beberapa bahkan terpaksa menutup usaha mereka.

Pedagang juga mengeluhkan TikTok Shop, platform belanja online yang menurut mereka menjual barang-barang dengan harga jauh lebih murah dibandingkan dengan di mal atau Pasar Tanah Abang. Mereka meminta pemerintah untuk mengatasi masalah ini.

Baca Juga: Ada Pria yang Yang Doyan Minum Semen ? Gimana Ceritanya ?

Hal ini juga memengaruhi penjual minuman dingin dan tukang parkir. Mereka melihat penurunan drastis dalam pendapatan mereka karena sepi pengunjung.

Menurut pengamat ekonomi digital, Ignatius Untung Surapati, banyak pedagang sekarang beralih ke penjualan online karena perkembangan teknologi yang pesat. Mereka juga lebih suka berbelanja melalui marketplace karena penjual sering menawarkan harga terbaik untuk produk yang mereka jual.

Kondisi serupa juga terjadi di tempat lain seperti ITC Fatmawati dan ITC Ambassador. Para pedagang menghadapi tekanan untuk beralih ke penjualan online.

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki, telah mengunjungi Pasar Tanah Abang untuk mendengarkan keluhan para pedagang. Ia juga melihat langsung bagaimana pedagang berjualan melalui TikTok.

Tags

Terkini