Pemkab Cirebon Tindak Lanjut Pasca Atap SMPN 1 Talun Yang Ambruk

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Kamis, 12 Desember 2024 | 08:21 WIB
Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya yang langsung meninjau lokasi SMPN 1 Talun yang atapnya ambruk menimpa beberapa siswa (Dokumentasi)
Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya yang langsung meninjau lokasi SMPN 1 Talun yang atapnya ambruk menimpa beberapa siswa (Dokumentasi)

FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) — Insiden ambruknya atap di dua ruangan di SMPN 1 Talun, Kabupaten Cirebon, Selasa (10/12/2024), menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Cirebon.

Kejadian ini menyebabkan 10 siswa terluka, terdiri dari tujuh siswa yang tertimpa dan tiga lainnya terdampak.

Penjabat (Pj) Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya yang langsung meninjau lokasi, mengungkapkan keprihatinannya. Ia menyoroti fakta bahwa rehabilitasi atap tersebut baru dilakukan pada 2021 menggunakan baja ringan, tetapi tetap menggunakan genting lama yang berat, sehingga ketahanan atap tidak maksimal.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Flyover Madukoro: Infrastruktur Penting untuk Konektivitas dan Ekonomi

Rehabilitasi atap dilakukan pada 2021, tetapi gentingnya masih menggunakan material lama yang berat. Ditambah dengan intensitas hujan yang tinggi, ini diduga menjadi penyebab ambruknya atap,” ujar Wahyu."

Saat kejadian, Wahyu menjelaskan, ruangan sedang digunakan untuk kegiatan remedial nilai. Dari 10 siswa yang menjadi korban, tujuh mengalami cedera, terdiri dari empat laki-laki dan tiga perempuan.

Pemerintah daerah memastikan akan menanggung seluruh biaya pengobatan korban.

“Kami prioritaskan penanganan korban terlebih dahulu. Semua biaya pengobatan akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah,” tambah Wahyu.

Baca Juga: Pasca Ambruk Atap Gedung SMPN 1 Talun, Berikut Daftar Siswa Luka dan Syok

Pemkab Cirebon segera melakukan rapat pimpinan (rapim) untuk mengantisipasi kejadian serupa. Pemeriksaan menyeluruh akan dilakukan, tidak hanya di sekolah, tetapi juga di gedung-gedung pemerintah dengan konstruksi serupa.

“Kami akan mengevaluasi penggunaan material, khususnya baja ringan yang dipadukan dengan genting berat. Untuk mencegah kerusakan tambahan, genting pada area yang rawan sudah diminta untuk segera diturunkan,” jelas Wahyu.

Ia juga menyatakan, selama masa perbaikan, proses belajar mengajar akan dialihkan ke ruang guru yang disesuaikan. Sementara itu, upaya rehabilitasi total diharapkan selesai pada 2025.

Terkait kualitas pembangunan pascarehabilitasi, Pemkab Cirebon berencana berkonsultasi dengan aparat penegak hukum untuk menyelidiki potensi kelalaian.

Baca Juga: Perangi Korupsi, Prabowo Luncurkan e-Katalog 6.0: Hemat Biaya Pengadaan 30 Persen

Wahyu menegaskan, bahwa hasil komunikasi dengan pihak berwenang akan menjadi dasar perencanaan ke depan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X