FAJARNUSA.COM (INDRAMAYU)--Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (P3APPKB) Kabupaten Indramayu, bersama Binmas Polres Indramayu menggelar kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak Tahun 2024, bertempat di aula SMP Unggulan, Rabu (10/07/24).
Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kekerasan Terhadap Anak ini turut hadir Kabid PHP PKA Hj. Cicih Sukarsih, AKP Suprihati Setianingsih Kasat Binmas Polres Indramayu, Kabid SMP Ety Herawati, para Kepala Sekolah SMP Negeri dan undangan.
Kepala Dinas Dinas P3APPKB Kabupaten Indramayu melalui Kabid PHP PKA, Hj. Cicih Sukarsih menyampaikan, bahwa anak merupakan generasi penerus bangsa yang harus dijaga dengan baik. Selain itu, dalam kenyataannya perempuan juga sering sebagai korban kekerasan fisik, psikis, maupun objek perdagangan.
Untuk melindungi perempuan dan anak serta memberikan rasa aman dalam pemenuhan hak-haknya dengan memberikan perhatian yang konsisten dan sistematis yang ditujukan untuk mencapai kesetaraan gender,"terang Kabid PHP PKA.
“Kasus-kasus kekerasan ini seringkali tidak di beritakan, yang menyerupai fenomena gunung es. Hal tersebut di sebabkan oleh stigma budaya patriarki, ketakutan, dan ketidakpercayaan terhadap sistem hukum dan perlindungan yang ada. Oleh karena itu, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan,” ucap Cicih.
Akp Suprihati Setianingsih, SH, Kasat Binmas Polres Indramayu dalam kesempatan acara tersebut, memaparkan materi hukum yang relevan, kondisi faktual, dan langkah-langkah pencegahannya kekerasan terhadap anak dan perempuan dan dampak psikologis kekerasan pada perempuan dan anak.
Baca Juga: AKMI Suaka Bahari Cirebon Datangkan Instruktur Simulator Laut Unitest dari Polandia
"Kekerasan terhadap perempuan dapat memiliki dampak psikologis yang buruk seperti trauma, reaksi fisik, keinginan bunuh diri dan berbagai reaksi negatif lainnya serta perlu butuh waktu yang lama untuk memulihkan si korban tersebut, sayangnya kekerasan terhadap perempuan baik secara verbal, seksual, maupun fisik penyembuhannya tak semudah luka akibat cedera bukan hanya fisik, tapi kehidupan psikologisnya juga menjadi taruhan,"jelas Kasat Binmas Polres Indramayu Akp Suprihati Setianingsih.
Sementara itu Kabid SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indramayu Ety Herawati, menjelaskan, kegiatan ini sangat bagus sekali dan bermanfaat bagi semua pihak, dan mengucapkan terima kasih kepada Dinas P3APPKB yang telah mengadakan kegiatan ini,"ucapnya.
"Kami berharap kekerasan di lingkungan sekolah akan berkurang dan yang pasti menghilang jangan sampai ada kekerasan di lingkungan sekolah, dan tidak adanya perundungan di lingkungan sekolah, yang lebih lagi tidak akan ada pelecehan seksual,"harap Ety.
Baca Juga: Tabrakan Beruntun di Tol Cipularang KM 85, Arus Arah Jakarta Alami Kemacetan
Untuk kegiatan sosialisasi mengenai pencegahan kekerasan terhadap anak, kedepan nya pihak sekolah yang akan mengundang nara sumber tersebut antara lain dari Dinas P3APPKB juga Binmas Polres Indramayu,"pungkasnya. (Herman)
Artikel Terkait
Kasus Bullying Terjadi Lagi di Lingkungan Pelajar SMP Samarinda, Korban Dihajar Habis-Habisan
Ketua IBI Pangkep dan Kanit Binmas Polsek Liukang Tangaya di Periksa Paminal Polda Sulsel
Aksi Bully Mahasiswi Bercadar di UIN Jambi, Korban Digoda Saat di Lift, Netizen Geram Lihatnya
Aneh! Setelah Mahasiswi Bercadar di Bully, Netizen Bingung Kenapa Korban Minta Maaf
Tawuran Pelajar, 8 Orang Diamankan dan Satu Korban Luka Bacokan
Seorang Ayah di Bogor Tega Perkosa Anak Tirinya, Korban Berusia 10 Tahun