FAJARNUSA.COM (KABUPATEN CIREBON) — Bupati Cirebon Imron mengatakan, tradisi ziarah dan napak tilas pada peringatan Hari Jadi ke-544 Kabupaten Cirebon, menjadi momentum untuk mengingat serta meneladani nilai perjuangan para pendiri daerah.
Imron menyampaikan hal tersebut saat mengikuti kegiatan ziarah dan napak tilas di Keraton Kasepuhan dan kompleks Makam Sunan Gunung Jati, Rabu (1/4/2026).
Menurut dia, generasi saat ini memiliki tanggung jawab untuk menjaga serta melanjutkan perjuangan para tokoh yang telah berjasa dalam berdirinya Kabupaten Cirebon.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus USD 120, GREAT Institute: Defisit APBN 2026 Terancam Melebar
Ia menuturkan sejarah berdirinya Kabupaten Cirebon tidak terlepas dari peran sejumlah tokoh pendiri, salah satunya Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati yang dikenal sebagai tokoh penting dalam perjalanan sejarah daerah tersebut.
“Sebagai penerus yang hidup pada zaman sekarang, kami tidak boleh melupakan sejarah. Ada spirit dan nilai perjuangan para pendiri yang harus tetap dilestarikan,” kata Imron.
Ia mengatakan, Kabupaten Cirebon berdiri melalui proses perjuangan panjang, yang dilakukan oleh para tokoh terdahulu.
Baca Juga: Terungkap! BGN Bongkar Biang Kerok Keracunan Makan Bergizi Gratis di Pemalang, Menu Ini Penyebabnya
Karena itu, pemerintah daerah bersama jajaran melakukan ziarah sebagai bentuk penghormatan sekaligus memohon doa agar mampu melanjutkan perjuangan tersebut.
“Kami bersama Wakil Bupati Cirebon beserta jajaran berziarah untuk memohon doa agar dapat meneruskan perjuangan para pendiri serta membawa Kabupaten Cirebon menjadi daerah yang lebih sejahtera,” ujarnya.
Imron menambahkan, nilai yang diwariskan para pendiri tidak hanya berkaitan dengan sejarah, tetapi juga mencakup nilai keagamaan, budaya, dan kepedulian sosial.
Baca Juga: Kebakaran Hebat SPBE Cimuning Bekasi: Api Merembet ke Pemukiman, Tangki 50 Ton Berhasil Diselamatkan
Menurut dia, pesan yang ditinggalkan para tokoh juga menekankan pentingnya perhatian terhadap masyarakat kecil dan kaum kurang mampu.
Oleh karena itu, pemerintah daerah terus mendorong pembangunan di berbagai sektor, seperti ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.
Selain itu, pelestarian budaya lokal juga menjadi perhatian agar identitas daerah tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.