Agus menjelaskan bahwa, selama setahun berjalan Museum Topeng Cirebon, tercatat ada 7.527 kunjungan. Ia berharap jumlah ini semakin meningkat dengan bertambahnya koleksi topeng.
“Museum ini adalah rumah budaya, tempat untuk belajar, memahami, dan menumbuhkan cinta pada warisan leluhur,” tuturnya.
Perayaan satu tahun Museum Topeng juga ditandai dengan penandatanganan kerjasama teknis untuk pengembangan kebudayaan dan pariwisata, khususnya di kawasan pelabuhan.
Sebuah langkah yang diyakini akan memperkuat posisi Cirebon sebagai kota budaya sekaligus destinasi wisata yang menarik.
Acara kemudian ditutup dengan kunjungan bersama ke dalam museum. Di sana, pengunjung larut dalam keindahan koleksi topeng nusantara dan internasional, merasakan denyut budaya yang tak lekang oleh waktu.
Museum Topeng Cirebon pun tak sekadar berdiri sebagai ruang pameran, melainkan rumah besar bagi kebanggaan, ingatan, dan identitas.
**