FAJARNUSA.COM -- Lumajang merupakan salah satu daerah yang eksotik di Provinsi Jawa Timur. Mulai dari wisatanya, budayanya, dan masyarakatnya yang beragam suku, membawa nama Lumajang menarik untuk dikulik.
Lumajang sendiri merupakan daerah yang tua. Tepat ditanggal 15 Desember 2024, Lumajang memasuki usia ke 769 Tahun.
Beribicara tentang Lumajang, tidak terlepas dengan gunung tertinggi di pulau Jawa yaitu Gunung Semeru.
Baca Juga: Masyarakat Sambut Positif Lagu Indonesia Raya Berkumandang Serentak di Televisi
Tujuh abad lebih Lumajang berdiri, Gunung Semeru sejak jaman dulu mempunyai daya kesucian tersendiri bagi penganut Agama Hindu.
Lalu siapakah pemimpin pertama pemerintahan Lumajang?
Diketahui dari berbagai literatur sejarah, yang diantaranya bersumber Naskah-naskah kuno dan Prasasti Mula Malurung. Nama Lumajang sendiri berawal dari “Lamajang” yang berkaitan dengan Gunung Semeru.
Daerah disebelah timur Gunung Semeru ini berbentuk seperti Lumah yang menjadi Ajang. Atau dalam kata lain Tempat Nasi.
Titik tolak hari jadi Lumajang bermula dari temuan Prasasti Mula Malurung. Yang dimana Prasasti ini ditemukan pada tahun 1975 di Kediri. Prasasti Mula Malurung ditemukan berangka tahun 1977 Saka, mempunyai 12 lempengan tembaga .
Pada lempengan VII halaman a baris 1-3 prasasti Mula Malurung menyebutkan "Sira Nararyya Sminingrat, pinralista juru Lamajang pinasangaken jagat palaku, ngkaneng nagara Lamajang" yang artinya: Dia Nararya Sminingrat (Wisnuwardhana) ditetapkan menjadi juru di Lamajang diangkat menjadi pelindung dunia di Negara Lamajang tahun 1177 Saka pada Prasasti tersebut setelah diadakan penelitian / penghitungan kalender kuno maka ditemukan dalam tahun Jawa pada tanggal 14 Dulkaidah 1165 atau tanggal 15 Desember 1255 M.
Baca Juga: Intip Apiknya SMA Taruna Nusantara Cimahi dan Malang Besutan Prabowo saat Menjadi Menhan
Tokoh Nararya Kirana dalam inskripsi Mula Malurung dijelaskan sebagai Saksat atmaja nira Nararyya Seminingrat (semata-mata anak dari Nararyya Sri Seminingrat).
Mengingat keberadaan Negara Lamajang sudah cukup meyakinkan bahwa 1255M itu Lamajang sudah merupakan sebuah negara berpenduduk, mempunyai wilayah, mempunyai raja (pemimpin) dan pemerintahan yang teratur, maka ditetapkanlah tanggal 15 Desember 1255 M sebagai hari jadi Lumajang yang dituangkan dalam Keputusan Bupati Kepala Daerah Tingkat II Lumajang Nomor 414 Tahun 1990 tanggal 20 Oktober 1990.
Memang dari catatan di Prasasti Mula Malurung tidak ada catatan lebih lanjut mengenahi sosok Nararya Kirana. Namun dari beberapa ahli sejarawan menyebutkan bahwa beliau Nararya Kirana merupakan Tokoh perempuan keturunan dari Raja Singashari yang mendapat jatah kekuasaan di Bumi Lamajang.