Beberapa hari sebelum aksi berlangsung, Anwar sebenarnya baru mengumumkan kebijakan ekonomi baru. Pemerintah memberikan bantuan tunai sebesar 100 ringgit atau sekitar Rp387 ribu kepada seluruh warga dewasa Malaysia.
Selain itu, Anwar juga berjanji menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) dari 2,05 ringgit menjadi 1,99 ringgit per liter, atau setara Rp7.700, dari harga sebelumnya Rp7.900.
Meski ada kebijakan tersebut, oposisi dan sebagian masyarakat tetap menilai langkah itu belum cukup untuk mengatasi persoalan ekonomi yang mereka hadapi.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintahan Malaysia, terkhusus respons dari PM Malaysia, Anwar Ibrahim.***