FAJARNUSA.COM—Media sosial diramaikan dengan pemboikotan sejumlah brand yang disebut-sebut mendukung Israel.
Seperti diketahui belakangan ini serangan Israel kepada Hamas kembali memuncak dan memakan banyak korban.
Boikot adalah gerakan berhenti mendukung pihak-pihak yang terlibat, atau menormalisasi kejahatan apartheid dan genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina.
Baca Juga: Kasus Medis Aneh, Laba-laba Masuk ke Telinga Wanita di Taiwan
Agar boikot sukses dan efektif, gerakan ini harus berfokus untuk memboikot perusahaan dan brand yang mendukung pelanggaran hukum internasional oleh Israel.
Boikot terhadap perusahaan-perusahaan tersebut bertujuan untuk memberikan tekanan pada Israel agar mematuhi hukum internasional dan diharapkan aksi ini dapat membujuk perusahaan swasta agar menghentikan partisipasi mereka dalam kejahatan Israel.
Anggota DPR RI Sudirman mendesak Indonesia untuk bersikap tegas dan mengajak rakyat untuk memboikot semua produk Israel. Menurut dia, hal itu adalah bentuk jihad ekonomi melawan zionis.
Baca Juga: Tragis, Mertua Bunuh Menantu Hamil 7 Bulan di Pasuruan, Motifnya Karena Hal Ini
Ini adalah produk yang berasal dari Israel atau berafiliasi dengan perusahaan Israel yang ramai diboikot.
Ada beberapa produk lain yang perlu diwaspadai yakni Danone, McDonalds, Starbucks, Coca Cola, Burger King, Pizza Hut, Papa Johns, Nestle, Jaffa, Eden, Strauss dan Tivall.
Kurma Israel seperti Jordan River, Hadiklaim, Tamara, King Solomon, Jordan Plains, Karsten Farms/Kalahari dan Bomaja.
Pesusahaan Teknologi berasal dari Israel seperti Motorola, Intel, IBM, dan AOL.
Kosmetik dari Israel Seperti eperti Loreal, Revlon, Estee Lauder, dan Kimberly-Clark.
Serta Produk Pakaian dari Israel seperti M&S, Timberland, River Island, sampai Delta**
Artikel Terkait
Presiden Rusia Vladimir Putin Tuduh AS lah Biang Kerok Pembantaian di Gaza
Viral Bikin Poster Disney Pakai AI Ini Dia Cara Membuatnya
Sepatu Adidas Samba Sepatu Casual yang Sangat Ikonik Sampai Sekarang
Pemkab Bangkalan Tanggapi Aksi Demo Mahasiswa di Kantor Bupati
Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai 1 November 2023, Harga Pertamax Alami Penurunan?