entertainment

Pasca Diperiksa Skandal Pemerasan Toko Roti, Codeblu Introspeksi Diri: Terlalu Banyak Salah

Rabu, 12 Maret 2025 | 13:35 WIB
Potret food vlogger kenamaan Tanah Air, William Anderson alias Codeblu. (Instagram.com/@codebluuuu)

FAJARNUSA.COM - Pembuat konten video makanan (food vlogger) kenamaan Tanah Air, William Anderson alias Codeblu kini diperiksa dalam kasus dugaan pemerasan terhadap manajemen toko roti.

Hal itu terkonfirmasi dari Polres Metro Jakarta Selatan yang menyebut adanya pemeriksaan kasus dugaan pemerasan Codeblu terhadap pihak toko roti, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta, AKBP Ardian Satrio Utomo menuturkan Codeblu diperiksa sebagai saksi atas laporan yang dilayangkan manajemen toko roti pada November 2024 lalu.

Baca Juga: Misteri di Balik Dugaan Pembunuhan Bayi oleh Oknum Polisi yang Melarikan Diri, Polda Jateng Temukan Fakta Baru tentang Pernikahan Orang Tua Bayi

"Benar, yang bersangkutan kami periksa," tegas Ardian kepada awak media di Jakarta, pada Rabu, 12 Maret 2025.

Dalam kesempatan berbeda, Codeblu menepis tudingan adanya dugaan pemerasan pihaknya terhadap manajemen toko roti itu.

Codeblu mengklaim pihaknya hanya sebatas meminta tawaran kerja sama senilai Rp350 juta untuk pembuatan konten, bukan bersifat paksaan.

Baca Juga: Fakta Baru Pembunuhan Bayi 2 Bulan yang Diduga Dilakukan Oleh Oknum Polisi, Ternyata Hasil Hubungan Gelap

"Saya sebagai content tidak pernah ada pemerasan itu hanya penawaran kerja sama, simpel sebenarnya," tutur Codeblu kepada awak media di Polres Metro Jakarta Selatan, pada Selasa, 11 Maret 2025. 

"Ada 5 tahap kerja yang akan gua lakukan untuk pihak mereka, lalu gua meminta imbalan fee sebesar Rp350 juta dan gua akan posting sebanyak 8 content," terangnya.

Berkaca dari hal itu, Codeblu mengaku siap menerima konsekuensi atas tindakannya itu.

Baca Juga: 5 Mobil Pemadam Dikerahkan Imbas Insiden Kebakaran Gerbong Kereta Api di Stasiun Tugu

Food vlogger itu merasa kasus dugaan pemerasan terhadap toko roti tersebut bagian dari proses perbaikan agar menjadi lebih baik di masa mendatang.

"Setelah kejadian tahun 2024 ini, saya merasa kinerja saya harus diperbaiki, terlalu banyak yang salah," ungkap Codeblu.

 

Halaman:

Tags

Terkini