FAJARNUSA.COM — Dalam laga penyisihan 16 Besar Indonesia vs Uzbekistan, pelatih Indra Sjafri menurunkan tim terkuatnya, termasuk penyerang tengah Ramadhan Sananta yang baru bergabung dengan tim sejak fase knock out.
Susunan Pemain :
Indonesia: Ernando Ari, Bagas Kaffa, Andi Setyo, Rizki Ridho, Dony Tri, Alfeandra Dewangga, Muhammad Taufany, Syahrian Abimanyu, Egy Maulana Vikri, Ramadhan Sananta, Ramai Rumakiek.
Uzbekistan: Otabek Boymurodov, Khamidullo Abdunabiev, Makhmudjon Makhmadjonov, Shokhjakhon Sultonmurodov, Bekhzod Shamsiev, Eldorbek Begimov, Asadbek Rakhimjonov, Sherzod Esanov, Otabek Jurakuziyev, Alisher Odilov
Baca Juga: Ramadhan Sananta Bergabung kedalam Skuad Timnas U24
Di sepanjang babak pertama, Timnas Indonesia U-24 memang dari segi penguasaan bola kalah dominan dari Uzbekistan. Uzbekistan pun lebih sering menekan pertahanan Indonesia.
Meski demikian, lini belakang Indonesia yang digalang sang kapten Rizky Ridho masih bermain sangat disiplin. Hasilnya, skor 0-0 pun tak berubah hingga babak pertama berakhir.
Memasuki babak kedua, jalannya pertandingan masih tak banyak mengalami perubahan. Uzbekistan masih sangat mendominasi penguasaan bola dan bahkan cenderung mengurung pertahanan Indonesia.
Baca Juga: Kasus Perundungan Pelajar di Cilacap,Tuai Perhatian UNESCO dan Pejabat Negeri
Beruntung, Indonesia memiliki penjaga gawang fantastis dalam diri Ernando Ari. Kiper Persebaya Surabaya itu berkali-kali berjibaku untuk menghindarkan gawangnya dari kebobolan.
Uzbekistan terus-menerus meneror pertahanan Indonesia. Namun, penyelesaian akhir yang buruk membuat mereka tak kunjung memecah kebuntuan. Skor 0-0 pun bertahan hingga babak kedua usai.
Hanya satu menit memasuki masa extra time, Uzbekistan akhirnya sukses memecah kebuntuan. Sepak pojok Jasurbek Jaloliddinov sukses dituntaskan pemain pengganti Sherzod Esanov menjadi gol.
Baca Juga: Oknum Polisi Berpangkat Aiptu US, Diduga Meminta Uang dari Korban Begal
Dalam keadaan tertinggal, Indonesia masih kesulitan untuk mengembangkan permainan, apalagi membangun serangan berbahaya. Tim Garuda masih lebih banyak bermain di area sendiri.