FAJARNUSA.COM — Tingkat nilai tukar dolar Amerika Serikat (dolar AS) terhadap rupiah (Rp) mengalami penguatan pada hari Senin, 23 Oktober 2023.
Menurut data dari RTI Business via Tempo.co, pada pukul 14.38, nilai tukar dolar AS mencapai Rp 15.934, mendekati Rp 16 ribu per dolar AS, hanya kurang 66 poin dari level tersebut.
Pada awal perdagangan, dolar AS dibuka di level Rp 15.852, mencapai level tertinggi Rp 15.964, dan terendah Rp 15.850.
Baca Juga: 5.000 Orang Lebih Tewas di Gaza Hampir Semuanya Anak-anak.
Pukul 11.54, nilai tukar dolar AS berada di level Rp 15.944.
Dalam pergerakan tersebut, dolar AS menguat sebesar 92 poin atau 0,56 persen terhadap rupiah.
Selain itu, dolar AS juga menguat terhadap beberapa mata uang lainnya, termasuk dolar Australia, euro, yuan Cina, yen Jepang, dan dolar Singapura.
Baca Juga: Jamie Aditya, Mantan VJ MTV Era 90-an, Beralih Profesi Menjadi Kuli Bangunan
Pengamat pasar uang, Ariston Tjendra, menjelaskan bahwa faktor-faktor seperti perkembangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya konflik Israel-Hamas.
“Konflik perang Israel-Hamas kelihatannya terekskalasi, area konflik meluas sehingga peristiwa ini masih menjadi kekhawatiran pelaku pasar,” ujar Ariston.
Ekspektasi ini sejalan dengan pernyataan Gubernur Bank Sentral AS, Jerome Powell, yang mencerminkan tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS yang masih tinggi.
Baca Juga: Lee Sun Kyun Terjerat Kasus Narkoba, Ini 5 Drakor yang Dibintangi Olehnya
Tingkat imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun bahkan bergerak di atas 4,9 persen, bahkan mencapai angka 5,0 persen.
Potensi pelemahan nilai tukar dolar AS diharapkan bisa mencapai Rp 15.900 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp 15.800 per dolar AS.
“Potensi pelemahan hari ini ke arah Rp15.900 per dolar AS dengan potensi support di kisaran Rp15.800 per dolar AS,” lanjut Ariston. *