Bitcoin Sempat Tembus Rp1,93 Miliar per Koin, Lalu Terjun usai Inflasi AS Menghantam Pasar

photo author
M. Sulaeman, Fajar Nusa
- Sabtu, 16 Agustus 2025 | 10:23 WIB
Ilustrasi Bitcoin yang sempat menembus rekor harga tertinggi sepanjang masa, lalu terjun usai inflasi AS.  (Unsplash.com/@Kanchanara)
Ilustrasi Bitcoin yang sempat menembus rekor harga tertinggi sepanjang masa, lalu terjun usai inflasi AS. (Unsplash.com/@Kanchanara)

FAJARNUSA.COM - Bitcoin kembali mencetak sejarah, dengan menembus rekor harga tertinggi sepanjang masa di level 124.480 dolar AS atau sekitar Rp1,93 miliar per koin, pada Kamis, 14 Agustus 2025.

Menurut laporan Financial Times, lonjakan ini merupakan kelanjutan reli musim panas yang digerakkan oleh banyak perusahaan yang berlomba membeli mata uang kripto tersebut.

"Rekor baru itu mengalahkan pencapaian sebelumnya pada Juli 2025 lalu, ketika Bitcoin bertengger di 123.153 dolar AS (sekitar Rp1,91 miliar)," demikian keterangan laporan Financial Times yang dikutip pada Jumat, 15 Agustus 2025.

Baca Juga: Bukan Sekadar Tarik dan Hembus, Ini 5 Latihan Pernapasan yang Ampuh Bikin Rileks

Kali ini, dorongan besar datang dari maraknya pembelian institusional dan langkah Presiden AS Donald Trump yang membuka jalan investasi kripto di pasar pensiun.

Kendati demikian, euforia itu tak bertahan lama. Pada Kamis, 14 Agustus 2025 sore hari waktu AS, harga Bitcoin kemudian anjlok ke kisaran 118.000 dolar AS atau sekitar Rp1,83 miliar, atau turun sekitar 4 persen dari puncaknya. 

Financial Times mencatat, penurunan itu terjadi setelah data menunjukkan kenaikan harga grosir di AS yang lebih besar dari perkiraan, yang juga memukul pasar saham.

Baca Juga: Awal Mula Ledakan Polemik Royalti, Aturan Musik yang Bikin Pengusaha Matikan Speaker di Cafe

"Bagi pelaku pasar, Bitcoin kini bukan sekadar aset digital. Ia telah menjadi barometer keberanian investor dalam mengambil risiko," imbuhnya. 

Dalam laporan yang sama, Andrew Pease selaku kepala investasi untuk Asia-Pasifik di Russell Investments, mengatakan dorongan besar bitcoin datang dari kebijakan Trump pekan lalu yang memerintahkan lembaga pemerintah AS mengizinkan pasar pensiun senilai 9 triliun dolar AS atau setara Rp139,5 kuadriliun. 

"Hal itu untuk berinvestasi di aset alternatif, termasuk kripto. kebijakan ini membuka jalan bagi lonjakan investasi institusional ke sektor tersebut," tutur Andrew.

Baca Juga: Qatar Tambah Daftar Negara yang Blokir Roblox, Game Online Anak-anak yang Sempat Dikecam Mendikdasmen RI

Sebelumnya diketahui, sejak awal tahun 2025, harga Bitcoin sudah melonjak 26 persen. Perusahaan di berbagai belahan dunia berlomba-lomba membeli Bitcoin, baik sebagai strategi investasi maupun cara mendongkrak harga saham mereka.

Fenomena itu melahirkan istilah “bitcoin treasury companies” atau perusahaan yang secara khusus mengakumulasi Bitcoin menggunakan dana hasil penerbitan saham atau utang. 

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: M. Sulaeman

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X