sport

Berhasil Raih Perunggu di UNJ Pickleball Open, Atlet Pickleball Indramayu Mengocek Biaya Sendiri

Minggu, 21 Juli 2024 | 12:21 WIB
Salah satu Atlet Pickleball Indramayu saat foto bersama setelah bertanding dan meraih medali perunggu (Dok istimewa)

FAJARNUSA.COM (INDRAMAYU) -- Beberapa cabang Olah raga di Indramayu sedang mengalami perkembangan yang luar biasa, hal ini bisa dibuktikan oleh para atlet - atlet muda yang mulai bermunculan bukan saja di event Provinsi tapi ada juga yang sudah menyandang atlet Nasional bahkan ada yang sudah mewakili nama Negara dengan berlabel atlet Nasional.

Pickleball merupakan cabang olah raga baru yang sedang berkembang di Kabupaten Indramayu, namun sangat disayangkan Ketua Cabornya hanya sekedar sebutan nama saja sebagai Ketua Cabor Pickleball, karena tidak pernah mau melihat langsung para atletnya bertanding. Sebenarnya beberapa atlet Pickleball ada yang sudah menyandang Juara  Dunia, atas Nama H. Nono yang menjabat sebagai Sekmat Gabus Wetan.

Namun ironisnya diantara mereka para atlet berangkat dan berlatih dengan biaya sendiri, padahal mereka bertanding atas nama dan mengharumkan nama Kabupaten Indramayu. Inilah ironi fakta yang ada tentang pembinaan atlet di Indramayu baik itu olah raga terukur maupun non terukur.

Baca Juga: Pj Bupati Cirebon Melepas Rodshow Mupen dan Bakti Sosial dalam Rangka Harganas di Kabupaten Cirebon

Hanya sekedar informasi saja uang pembinaan Cabor pertahun hanya Rp.50.000.000 itu data dari KONI Indramayu sedangkan atlet yang harus dipersiapkan untuk berbagai event jumlahnya puluhan.

Bertempat di Gedung Olah raga UNJ Jakarta di selenggarakan 16 – 21 juli 2024 UNJ Pickleball Indonesia Open yang diselenggarakan, salah satu atlet Pickleball Indramayu Sania Yonda (Sansan) ikut serta dalam kejuaraan tersebut di nomor tunggal putri dan ganda putri.

Untuk ganda putri sendiri Sania Yonda (Indramayu) berpasangan dengan Aurel Lia (Bandung) dan berhasil masuk ke semifinal serta menjadi Juara ke 3 pada turnamen tersebut.

Baca Juga: Gibran Terancam Gagal Dilantik Jika PTUN Kabulkan Gugatan PDI Perjuangan terhadap KPU RI pada Pilpres 2024

Saat di temui di lapangan tenis Indoor Pemda Indramayu, Sabtu (20/07/24), Sania Yonda memaparkan, ”Alhamdulillah Sansan baru pulang dari Jakarta mengikuti UNJ Pickleball Indonesia Open yang dilaksanakan pada tanggal 16 - 21 Juli 2024 dan untuk kelompok umur 25 ke bawah pelaksanaan lombanya dari tanggal 16 -19 Juli 2024, saya ikut di kelompok umur 25 tahun ke bawah dan ikut di nomor tunggal putri serta double Putri berpasangan dengan Aurel Lia (,Bandung)", tegasnya.

Untuk tunggal putri, sansan kalah di babak perempat final, tetapi untuk nomor double Putri yang berpasangan dengan Aurel Lia (Bandung) meraih juara 3 pada turnamen UNJ Pickleball Indonesia Open 2024, dan lawan yang dihadapinya juga bukan pemain sembarangan mereka sudah punya jam terbang yang lebih tinggi.

"Saya bersyukur bisa ikut bertanding dan bisa mengalahkan mereka, jujur saya berangkat ke UNJ Jakarta itu dengan bekal biaya sendiri tidak ada sumbangan biaya dari Cabor Pickleball Indramayu yang diketuai Hj. Wati Rosanah,"ungkap Sania Yonda pada awak media fajarnusa.com.

Baca Juga: Dukung Produk Lokal, Pj Wali Kota Cirebon Buka Gelaran Bazar UMKM dalam Rangka Peringatan Hari Koperasi ke 77

Sebenarnya suka tidak suka, seorang ketua dan pengurus Cabor harus memperhatikan nasib atlet yang sedang berlaga di suatu event, bukan hanya menerima laporan hasil pertandingan dari pihak panitia, tapi kenapa bila ada seorang atlet yang berhasil menjadi juara baru mereka di rangkul!!!, kalau begini caranya kapan semua cabor yang ada di Indramayu bisa berkembang dan berprestasi!!!

Karena untuk mendapatkan predikat Prestasi itu tidak bisa instan tapi butuh proses pembinaan dan perhatian serta butuh anggaran biaya pembinaan untuk para atlet yang cukup besar. (Herman)

Tags

Terkini