FAJARNUSA.COM -- (AFKIP), Aliansi Mahasiswa Prodi FKIP Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Kabupaten Bangkalan, menggelar aksi demonstrasi pada Senin malam hari (23/12/2024).
Aksi demonstrasi ini dilakukan di Gedung Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) sebagai bentuk kekecewaan terhadap KPUM (Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa) dan Wakil Dekan (Wadek) III.
Sekitar pukul 19.25 waktu setempat, sejumlah mahasiswa bergerak dari arah timur menuju Gedung Fakultas dengan membawa spanduk bertuliskan “KPUM FKIP Gagal Menyelenggarakan Pemilu Mahasiswa FKIP”.
Baca Juga: Beda Pendapat dengan Pakar IT Lain, Mr Bert Digruduk Netizen Pasca Hoax Ransomware BRI Terkonfirmasi
Aksi Demonstrasi ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa FKIP yang menyuarakan keresahan mereka terkait berbagai kebijakan Wadek III.
“Kami hadir di sini karena memiliki keresahan yang sama. Kekecewaan kami terhadap KPUM Wadek III FKIP harus disampaikan kepada Dekanat,” ujar Sahrul salah satu peserta aksi demonstrasi.
Di Gedung FKIP, massa aksi sempat memaksa masuk dalam ruangan KPUM yang sedang di halang halangi oleh mahasiswa tak dikenal. Situasi sempat memanas, terjadi bentrokan kecil antara mahasiswa dan oknum mahasiswa yang tidak dikenal itu.
Baca Juga: Sentra Komunikasi ASTRA Infra Siap Siaga 24 Jam Melayani Pengguna Jalan Tol
“Kami datang dengan niat baik untuk menyuarakan keresahan, bukan untuk menciptakan kericuhan. Tujuan kami murni menyampaikan aspirasi, bukan bentrok dengan oknum siapapun,” tegas Fajar, salah satu orator.
Achmad Irgi, orator aksi, menjelaskan sejumlah alasan yang melatarbelakangi demonstrasi ini.
Beberapa poin utama yang menjadi tuntutan mahasiswa adalah:
Baca Juga: KOHATI Kawal Penuh Kasus Dugaan Pelecehan Seksual yang dilakukan Oknum Guru kepada Siswi SMK di Lumajang
1. Menuntut KPUM-FKIP untuk bersifat transparan dan netral atas keberlangsungannya kontestasi PEMILWA di FKIP.
2. Menuntut KPUM-FKIP untuk segera membuka pendaftaran ulang bagi setiap paslon Bupati dan Wakil Bupati.
3. Menuntut KPUM-FKIP untuk menyelenggarakan PEMILU disaat hari perkulihan aktif, agar seluruh mahasiswa aktif FKIP merasakan pesta demokrasi.
Baca Juga: KPK Tetapkan Hasto Kristiyanto Tersangka Dugaan Suap Harun Masiku, Megawati Ancam dan Tantang KPK. Aktivis 98: Ini Bukan Lagi Era Feodalisme?
4. Kurangnya respons Wadek III atas kericuhan yang terjadi saat penetapan calon peserta Pilmawa FKIP.
“Aksi ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap masa depan Fakultas keguruan ilmu pendidikan. Kami meminta Dekan untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap seluruh jajaran Dekanat, khususnya Wadek III,” tegas Sahrul. (Dani Febri)