politik

Merendahkan Profesi Jurnalis, Wartawan Indramayu Boikot Pemberitaan Cabup Lucky Hakim

Selasa, 19 November 2024 | 09:30 WIB
Cabup Indramayu No urut 2 Lucky Hakim, video yang viral di sosmed merendahkan profesi wartawan lokal (Herman/Fajarnusa.com)

FAJARNUSA.COM (INDRAMAYU) -- Sebuah video berisi pernyataan calon bupati Indramayu nomor urut 2, Lucky Hakim, yang diduga menghina profesi jurnalis beredar di media sosial.

Dalam video yang berdurasi 5 menit dan 21 detik itu, terlihat Lucky Hakim tengah memberikan arahan kepada sejumlah orang, di salah satu rumah makan di Jalan Suta Jaya, Pekandangan, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (16/11/2024).

"Kewarasan ini menjadi suatu hal yang mulai langka. Bahkan di teman-teman media pun sudah mulai banyak yang tidak waras, dilihat dari pemberitaan," ungkap Lucky dalam video yang beredar di media sosial.

Lebih lanjut, dalam video tersebut Lucky menganggap berita yang dibuat oleh sejumlah media merupakan berita sampah.

Baca Juga: 3 Gagasan Paslon Pilkada 2024 Soal Banjir di DKI Jakarta, Ada yang Ingin Bangun Waduk Baru hingga Tanggul Laut Raksasa!

"Namun, ketika dia (media) sebagai media dengan portal berita akurat, tajam, terpercaya, ternyata beritanya sampah-sampah, dan itu menurut saya kewarasan kita sudah terdegradasi," ucapnya.

Ironisnya, pernyataan LH justru disampaikan dihadapan wartawan yang hadir justru berasal dari media lokal. Sejumlah wartawan yang hadir hanya bisa diam dan menyimak seluruh pernyataan LH tanpa bersaksi sedikitpun.

Ketua Forum Komunikasi Jurnalis Indramayu, Dedy S Musashi, menyerukan seluruh wartawan di Kabupaten Indramayu untuk melakukan boikot terhadap seluruh pemberitaan yang berkaitan dengan kegiatan LH.

Baca Juga: Prabowo Bertemu Sekjen PBB di Brasil, Bahas Kemerdekaan Palestina hingga Perubahan Iklim

"Seluruh wartawan Indramayu marah atas pernyataan itu, dan kami sepakat memboikot seluruh pemberitaan kegiatan Lucky Hakim," tegas Dedy S Musashi yang juga ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Indramayu Senin, 18 November 2024.

Beberapa pendiri media lokal mengatakan pernyataan LH dianggap sebagai penghinaan. Mereka bahkan menyebut LH telah merendahkan martabat media lokal serta wartawan sebagai pekerjanya.

"Tidak ada dikotomi media lokal, regional, nasional bahkan internasional. Semua berita bisa tembus ruang, waktu dan negara belahan dunia manapun. Kami jelas tersinggung, dan akan meminta pertanggungjawaban pernyataan Lucky Hakim," tegas Urip Triandi, Pemred media online garisperistiwa.com.

Pernyataan serupa disampaikan oleh Junedi, kepala biro jabaronline.com. Ia mengaku terganggu dengan pernyataan LH bahwa pembaca media lokal itu sangat sedikit.

Baca Juga: Momen Keakraban Prabowo dengan Para Pemimpin Dunia Saat ‘Mingle’ di Forum APEC

"Ayo kita uji kalau pembaca kami sedikit. Dalam hitungan menit, pembaca kami bisa ribuan orang. Saya beri contoh media lokal rekan kami, cirebonraya.com, pembacanya sangat banyak. Jangan meremehkan kami dong," ujar Junedi. Sampai berita ini dibuat, belum ada klarifikasi dari LH. Ketika dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp, wartawan belum memperoleh jawaban mengenai hal itu. (Herman)

Halaman:

Tags

Terkini