politik

3 Gagasan Paslon Pilkada 2024 Soal Banjir di DKI Jakarta, Ada yang Ingin Bangun Waduk Baru hingga Tanggul Laut Raksasa!

Senin, 18 November 2024 | 12:44 WIB
Potret Para Calon Gubernur (Cagub) Pilkada 2024 yang membahas persoalan banjir di DKI Jakarta. (YouTube.com / KPU Provinsi DKI Jakarta )

FAJARNUSA.COM -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta menggelar debat terakhir menjelang perhitungan suara Pilkada 2024 pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta, pada 27 November 2024.

Ajang debat yang diselenggarakan di Hotel Sultan Jakarta, pada Minggu, 17 November 2024 ini diikuti oleh paslon nomor urut 1 Ridwan Kamil-Suswono (RIDO), paslon nomor urut 2 Dharma Pongrekun-Kun Wardana (Dharma-Kun) dan paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel).

Debat pamungkas cagub-cawagub DKI Jakarta ini salah satunya membahas lingkungan perkotaan, terkhusus persoalan banjir yang hingga kini menjadi keresahan masyarakat setempat.

Baca Juga: Siapa Wasit di Pertandingan Indonesia vs Arab Saudi? Ini Sosok Pengadil Lapangan yang Pernah Pimpin Laga Tim Garuda

Masalah penanganan banjir menjadi sub tema pembahasan yang menarik dalam debat antar tiga paslon pemimpin DKI Jakarta. Berikut ini rangkuman selengkapnya:

1. Dharma-Kun Sebut Banjir Kiriman Bisa Jadi Air Minum

Dalam kesempatan itu, Dharma meminta kepada warga DKI untuk memberinya kesempatan untuk menyelesaikan persoalan banjir.

Baca Juga: Prabowo Bertemu Sekjen PBB di Brasil, Bahas Kemerdekaan Palestina hingga Perubahan Iklim

Cagub nomor urut 2 itu berjanji akan menyelesaikan persoalan banjir dari hulu ke hilir di DKI Jakarta, jika terpilih memimpin selama lima tahun ke depan.

"Berikan kami kesempatan dan kami selesaikan persoalan banjir ini dari hulu ke hilir, mulai dari normalisasi hingga naturalisasi," kata Dharma.

Dharma menilai penanganan banjir harus dilakukan secara terpadu agar persoalan dari hulu ke lihir dapat diatasi olehnya.

Baca Juga: Momen Keakraban Prabowo dengan Para Pemimpin Dunia Saat ‘Mingle’ di Forum APEC

"Kalau tidak terpadu, maka hasilnya tidak optimal," terangnya.

Selain itu, Dharma juga menyebut dua waduk yang dinilai tidak dimanfaatkan dengan baik, yakni Waduk Sukamahi dan Waduk Ciawi.

"Seandainya dimanfaatkan sebagai kolam pipi monyet, maka akan berbeda hasilnya," sebutnya.

Baca Juga: Prabowo dan PM Selandia Baru Sapa Wartawan Bersama Usai Pertemuan Bilateral di Peru

Pasangan duet Kun Wardana di ajang debat itu juga mengungkap tentang pengelolaan air dari banjir kiriman yang dapat dikelola menjadi air minum bagi masyarakat.

"Seandainya manajemen paham dalam mengelola air supaya air dari banjir kiriman jadi air minum dengan teknologi," tegasnya.

2. Tanggul Laut Raksasa Ala Pram-Doel

Baca Juga: BPK Temukan Dugaan Perjalanan Dinas Fiktif Senilai Rp387 Juta Dinas PUPR Berau

Cagub DKI nomor urut 3, Pramono mengusulkan tentang tanggul laut raksasa dengan mangrove (Giant Mangrove Wall) yang dinilai dapat mengatasi banjir.

"Bukan hanya sekedar 'Giant Sea Wall' (Tanggul Laut Raksasa), kalau saya akan mengurus 'Giant Mangrove Wall' selain ekosistem dan ekologi juga jauh lebih bagus," tegasnya dalam kesempatan yang sama.

Pramono juga menyinggung soal rencana Giant Sea Wall yang sudah masuk Proyek Strategis Nasional, oleh sebab itu rencana pihaknya dinilai dapat mendukung pemerintah pusat.

Baca Juga: Kapolres Cirebon Kota Serahkan Bantuan Kursi Roda kepada Siswa Difabel di Setupatok, Wujud Kepedulian terhadap Pendidikan

"Komitmen itu akan kami teruskan ditambahkan dengan menanam pohon mangrove yang menjadi kekuatan kita bersama," terangnya.

3. Ridwan-Suswono Sebut Soal Waduk Baru dan Sumur Resapan

Cawagub DKI nomor urut 1, Suswono mengungkap pihaknya akan membangun waduk baru dan sumur resapan untuk mengatasi persoalan banjir di DKI Jakarta.

Baca Juga: November 2024, Santika Indonesia Hotels dan Resorts Area Cirebon Hadirkan Beragam Menu dan Event Spesial

"Saya kira memang tadi sudah disinggung juga, perlunya dibangun bendungan atau waduk baru yang cukup signifikan untuk menahan agar laju air tidak langsung ke Jakarta," ujarnya dalam kesempatan yang sama.

Kemudian, Suswono menyebut tentang data BPBD DKI Jakarta 2024 soal kerugian potensi banjir yang dapat mencapai angka Rp2,1 triliun.

"Itu biaya cukup besar, oleh karena itu andai kita bisa menuntaskan persoalan banjir secara holistik, saya kira adalah satu keniscayaan dan memungkinkan untuk itu," tandasnya. **

Tags

Terkini