politik

Kontroversi Gibran Rakabuming Raka sebagai Cawapres 2024, Sampai Disoroti Media Asing

Jumat, 3 November 2023 | 09:09 WIB
Gibran Rakabuming Raka, cawapres calon presiden Indonesia 2024, dalam sorotan internasional. (Foto: Instagram/@finfolkmoney)

FAJARNUSA.COM — Situasi politik di Indonesia terus menjadi sorotan berbagai media asing setelah sosok Gibran Rakabuming Raka maju menjadi cawapres mendampingi Prabowo Subianto sebagai capres 2024

Salah satunya adalah media asal Jerman, Handelsblatt, yang dalam tulisannya menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) berupaya membangun dinasti politik.

“Fakta bahwa Gibran yang berusia 36 tahun akan segera mengambil peran sentral di tingkat nasional adalah berkat keputusan kontroversial mahkamah konstitusi pekan lalu,” tulis Handelsblatt.

Baca Juga: Meta Luncurkan Paket Berlangganan Tanpa Iklan untuk Pengguna di Uni Eropa, Negara Apa Saja?

Langkah politik Jokowi tersebut juga dianggap mematikan demokrasi di Indonesia.

Handelsblatt juga menyatakan bahwa kondisi ini dianggap sebagai pembangunan politik yang sangat problematis.

Mereka mencatat bahwa Gibran, yang berusia 36 tahun, akan segera mengambil peran sentral di tingkat nasional berkat keputusan kontroversial mahkamah konstitusi.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Tertibkan 2 Aset Rumah Perusahaan di Jalan Ampera Cirebon

Media asing tersebut juga mengutip pernyataan Jokowi yang berkali-kali membantah ikut campur dalam urusan politik di akhir masa jabatannya.

Namun, fakta menunjukkan keterlibatan Jokowi dalam urusan politik.

“Secara resmi, Jokowi membantah mengerjakan bisnis keluarga politiknya sendiri. Ketika ditanya tentang hal ini, dia menekankan di masa lalu bahwa dia tidak ingin ikut campur dalam keputusan anak-anaknya. Selain itu, pada akhirnya, orang-orang memutuskan siapa yang akan menerima kekuasaan,” lanjut isi tulisan Handelsblatt.

Baca Juga: Israel Dibombardir Oleh Pasukan Houthi dan Lebanon

Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang dipimpin oleh Anwar Usman, yang juga adik ipar dari Jokowi dan paman Gibran, juga menjadi sorotan.

Kritikus menuduh pengadilan nepotisme mendukung keluarga presiden.

“Menurut keputusan hakim, orang-orang muda yang sudah memiliki pengalaman politik di tingkat daerah juga akan diterima di masa depan-seperti Wali Kota Gibran. Kritikus bereaksi dengan marah terhadap keputusan tersebut dan menuduh pengadilan nepotisme mendukung keluarga presiden. Mereka menunjukkan bahwa hakim konstitusional tertinggi adalah saudara ipar Jokowi dan paman Gibran,” demikian tulisan Handelsblatt.

Halaman:

Tags

Terkini