FAJARNUSA.COM — Alissa Wahid, putri sulung almarhum Presiden ke-4 Indonesia Abdurrahman Wahid (Gus Dur), telah memberikan penjelasan tegas terkait sikap Jaringan GusDurian dalam Pilpres 2024.
Hal ini datang sebagai respons atas dukungan adiknya, Yenny Wahid, terhadap pasangan calon Ganjar Pranowo-Mahfud MD, yang juga didukung oleh Barisan Kader Gus Dur.
"@GUSDURians sebagai jaringan tetap tidak berpolitik praktis. Jadi ya tidak pernah bahas & umumkan berpihak ke mana. Anggotanya? Tetap dong punya aspirasi politik. Itu personal," kata Alissa dalam akun X pribadinya @alissawahid.
Baca Juga: Amien Rais Kritik Pidato Gibran Sebagai Milenial Gadungan di Depan Prabowo
Ia menegaskan bahwa aktivis Gusdurian yang terlibat dalam Pemilu 2024 seharusnya tidak menggunakan nama Jaringan Gusdurian dalam urusan politik praktis.
Alissa mengklarifikasi bahwa urusan politik ada di tangan Barisan Kader Gus Dur (Barikade), sementara jaringan Gusdurian akan fokus pada kampanye Pemilu Damai & Pemilu Martabat.
"Biasanya untuk urusan politik praktis mengikuti arah Barikade GD," cuitnya di akun X.
Baca Juga: New Honda Scoopy Stylish dan Prestige, Varian Terbaru dengan Garansi Rangka 5 Tahun
Ia juga menegaskan bahwa anggota jaringan, meskipun memiliki aspirasi politik pribadi, akan tetap mematuhi sembilan nilai utama Gus Dur tanpa secara terbuka mengumbar dukungan mereka.
Tujuan dari sikap ini adalah untuk mendorong pemimpin lintas iman dan generasi muda dalam memperkuat demokrasi di Indonesia.
"Kita mengajak para pemimpin lintas iman dan anak muda yang concern untuk bersama mengajak warga bangsa untuk menguatkan demokrasi Indonesia," cuitnya lagi. *