FAJARNUSA.COM—Insomnia adalah gangguan tidur yang ditandai oleh kesulitan tidur, kesulitan mempertahankan tidur, atau tidur yang tidak memadai meskipun ada kesempatan untuk tidur.
Berbagai faktor dapat menyebabkan gejala insomnia, dan seringkali, beberapa faktor saling berinteraksi.
Stres yang berkaitan dengan pekerjaan, masalah keuangan, hubungan, atau peristiwa hidup penting lainnya dapat menjadi penyebab utama insomnia.
Baca Juga: Beberapa Makanan Sumber Beta Karoten yan Miliki Banyak Manfaat Bagi Kesehatan Tubuh
Stres dapat menyebabkan pikiran yang terus berputar dan sulit untuk rileks, yang mengganggu tidur.
Kecemasan umum, gangguan kecemasan sosial, gangguan stres pasca-trauma, dan gangguan kecemasan lainnya dapat menyebabkan gejala insomnia.
Kecemasan dan pikiran yang berkecamuk sering kali membuat seseorang sulit tidur.
Beberapa gangguan tidur, seperti sleep apnea, restless leg syndrome, dan insomnia kronis, secara langsung mempengaruhi tidur dan dapat menyebabkan sulit tidur.
Perubahan jam kerja, perjalanan lintas zona waktu, atau perubahan rutinitas tidur dapat membingungkan ritme sirkadian tubuh dan mengakibatkan insomnia.
Kebiasaan tidur yang tidak konsisten, seperti tidur siang yang terlalu lama, tidur terlalu lama di akhir pekan, atau tidur larut malam secara rutin, dapat mengganggu ritme tidur alami.
Baca Juga: Prabowo Resmi Umumkan Gibran Sah Menjadi Cawapres
Kafein dan nikotin adalah stimulan yang dapat mengganggu tidur, sementara alkohol, meskipun bisa merangsang tidur awalnya, seringkali mengganggu tidur dalam fase yang lebih dalam.
Beberapa obat, terutama obat-obatan resep tertentu, seperti obat untuk tekanan darah tinggi, obat pereda nyeri, dan obat-obatan stimulan, dapat menyebabkan insomnia sebagai efek samping.**