opini

Ada Beberapa Tanda Penyusutan Planet Merkurius Secara Perlahan, Ilmuwan Berhasil Ungkap

Jumat, 6 Oktober 2023 | 16:02 WIB
Tanda tanda penyusutan merkurius (foto:forbes.com)

FAJARNUSA.COM — Dikutip dari ZME Science, ada beberapa tanda-tanda penyusutan, yang pertama muncul pada tahun 1974 ketika misi Mariner 10 NASA mengirimkan gambar-gambar dari lereng-lereng yang menyerupai bukit melengkung, yang melintasi permukaan planet.

Lereng-lereng menyerupai bukit melengkung ini, yang kemudian dikenal sebagai "lobate scarps" mencapai ketinggian kilometer dan membentang ratusan kilometer di sepanjang permukaan. Mereka adalah tanda-tanda konkret pertama dari aktivitas geologi Merkurius.

Setelah tanda tanda yang pertama, yang kedua adalah wahana antariksa Messenger, yang mengorbit Merkurius dari tahun 2011 hingga 2015, memberikan wawasan yang lebih mendalam.

Baca Juga: Siapa Itu Habib Muhammad Alex Alhamid? Mengapa Bisa Viral

Wahana ini mengungkapkan keberadaan banyak lereng tangga yang tersebar di seluruh planet, memperkuat keyakinan bahwa Merkurius memang sedang menyusut.

Meskipun demikian, satu petunjuk kritis muncul dari hubungan kompleks lereng ini dengan kawah-kawah hasil tumbukan.

Beberapa lereng curam menembus kawah yang lebih tua, dan kawah yang lebih muda sering kali tumpang tindih dengannya. Hal ini menunjukkan bahwa bekas kawah mungkin sudah ada sebelum kawah yang lebih muda terbentuk.

Baca Juga: 5 Makanan Terbaik Untuk Menambah Kolagen Dalam Tubuh

Di Merkurius, skala untuk gempa merkurius sendiri kemungkinan besar terasa lebih kecil dari gempa bumi, mengingat ukuran planet tersebut.

Berbeda dengan gempa bumi yang terjadi di Tohoku, Jepang pada tahun 2011 berkekuatan M 9 telah menyebabkan lompatan setinggi 20 meter pada patahan sepanjang 100 kilometer.

Berdasarkan pengamatan pada lereng curam Merkurius terjadi pemendekan massa total dua hingga tiga kilometer, sehingga akan memerlukan ratusan gempa berkekuatan M 9 untuk mengubah permukaan.

Baca Juga: Unggah Foto Habib Alex, Akan Dapat Keberkahan Hingga Mobil Baru? Simak Penjelasannya

Hingga saat ini, bukti mengenai skala dan durasi pergerakan patahan di Merkurius masih langka.

Namun terobosan muncul ketika peneliti doktoral, Benjamin Man dari The Open University, Milton Keynes, Inggris memerhatikan retakan kecil pada permukaan lereng. Temuan ini diartikan sebagai "graben", yaitu potongan tanah yang terletak di antara dua patahan paralel.

**

Tags

Terkini

Catatan Kritis untuk Lumajang dari Anak Bunda

Selasa, 12 Agustus 2025 | 09:55 WIB

Sumpah Pemuda dan Peringatan Keras Untuk Bangsa

Senin, 28 Oktober 2024 | 08:38 WIB