Sementara itu, Kepala DPUTR Kota Cirebon Rachman Hidayat ST menyebut perubahan tata guna lahan juga menjadi penyebab berkurangnya lahan untuk wadah air seperti kolam retensi atau sumur resapan.
Di samping itu edukasi masyarakat juga masih minim, apalagi salah satu penyebab banjir disebabkan karena sampah, bahkan beberapa saluran drainase ditutup untuk akses jalan masuk warga.
“Terkait persoalan banjir penyebabnya banyak, dulu banyak lahan terbuka, sekarang tertutup bangunan. Baik rumah warga maupun rumah usaha. Hal itu tanpa dibagi dengan wadah air seperti kolam retensi, sumur resapan,” katanya usai rapat.
Sebagai tindak lanjut, ia menyebut akan memanfaatkan lahan milik pemerintah untuk pembangunan kolam retensi.
“Kita baru proses, tapi ada beberapa titik untuk pembangunan kolam retensi. Saat ini untuk awal satu atau dua dulu. Semoga ke depan 2026 lebih terencana,” ujarnya.
Hadir dalam rapat Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Cirebon Ana Susanti SE MSi, Sekretaris Komisi II DPRD Kota Cirebon Subagja, serta anggota Komisi II DPRD Kota Cirebon Een Rusmiyati SE, Diam Novitasari SKom MAP, dan Abdul Wahid Wadinih SSos. ***