FAJARNUSA.COM (Cirebon) -- Dugaan adanya praktik pungli terkait dokumen kontrak di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) jadi sorotan tajam aktivis anti korupsi Kabupaten Cirebon, Bang Zeki.
Bahkan, Zeki menyebut, dugaan pungli tersebut sudah tercium oleh Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya.
Zeki menilai, praktik pungli tersebut sudah gaya kepemimpinan lama. "Kalau di Kabupaten Cirebon itu memang sulit untuk di berantas karena dari dahulu, sudah turun menurun, sebab sudah tertanam kan dari jaman dahulu begitu," terang Zeki.
Baca Juga: Monev Layanan Kominfo dan Statistik, Pj Sekda Dorong Optimalisasi Teknologi dan Perencanaan Digital yang Matang
Terciumnya praktik pungli oleh Pj Bupati Cirebon, Wahyu Mijaya ditanggapi baik oleh aktivis anti korupsi akrab dipanggil Zeki.
"Langkah Pj Bupati Cirebon akan memangil Kadis DPUTR cukup efektif karena siapapun bupatinya kalu tidak adanya tindakan tegas pasti akan terulang," ungkapnya.
Saat ini, Zeki menambahkan, dalam rangka pemilihan kepala daerah di kabupaten Cirebon kita harus memiliki Bupati Cirebon yang berkomitmen agar tidak menerima setoran, dan itu jangan sampai terus menerus berjalan yang pada akhirnya akan mencari untuk kepentingan pribadi," tutur Zeki.
Baca Juga: Gaya Hidup Mewah Komisioner KPU Banyuwangi, Menuai Kritik Bentuk Busuknya Institusi Negara
Isu dugaan praktik pungli terkait dokumen kontrak tersebut, media mencoba mengklarifikasi lewat whatsapp Sekertaris DPUTR, namun ajakan berdialog tersebut mendapat respon belum bisa bertemunya pihak DPUTR dikarenakan masih banyak kesibukan. (Ilman)