internasional

Ngeri! Bocah 12 Tahun Ini Kehilangan Satu Paru-Paru Akibat Kecanduan Vape

Sabtu, 14 Oktober 2023 | 05:00 WIB
ilustrsi vape atau rokok elektrik (Pixabay/Kjerstin_Michaela)

FAJARNUSA.COM - Kisah tragis datang dari seorang gadis berusia 12 tahun dari Belfast bernama Sarah Griffin, dimana ia mengalami koma akibat dari kecanduan rokok elektrik atau vape menjadi sorotan.

Kisahnya membuat kita sadar akan bahaya nyata dari rokok elektrik, terutama di kalangan anak-anak dan remaja. Menurut fakta, vape lebih termyata lebih berbahaya dari rokok biasa.

Sarah, pertama kali mencoba vape saat usianya baru sembilan tahun, yang menyebabkan dirinya kini harus menjalani perjuangan setelah terjangkit infeksi paru-paru serius.

Baca Juga: Cara Sederhana Mencegah Polusi Udara di Rumah

Pada bulan September, dirinya harus dirawat di rumah sakit karena masalah pernapasan yang parah, yang diduga disebabkan oleh kebiasaan vapingnya.

Dari tes medisnya, mengungkapkan bahwa hanya satu dari paru-paru gadis itu yang berfungsi dengan baik.

Sarah menghabiskan empat hari dalam keadaan koma, berjuang untuk hidupnya.

Baca Juga: Turunkan Geek Fam Ke Lower Bracket, Onic Esport Berhasil Amankan Grand Final MPL S12 Dan Tiket M5

Ibunya, Mary, merasa sangat khawatir akan kehilangannya. Meskipun sang anak akhirnya selamat, kerusakan dari paru-parunya permanen.

Dokter yang memeriksa Sarah mengklaim jika kebiasaan vaping dapat diredam, Sarah akan punya peluang yang lebih baik untuk melawan infeksinya.

Meski telah melewati pengalaman yang menakutkan, Sarah Griffin memilih untuk berbicara kepada media serta memberi peringatan pada teman-temannya tentang risiko vaping.

Baca Juga: Sinopsis Film Reminiscence Tenggelamnya Kota Dimasa Depan

Ia mengatakan khawatir bahwa begitu seseorang mulai vaping, sangat sulit untuk berhenti, dan ketika seseorang menyadari bahayanya itu sudah terlambat.

Ibunya juga menghimbau kepada para orangtua untuk mewaspadai bahaya vaping.

Dia menggambarkan bagaimana putrinya, yang harusnya menikmati masa kanak-kanaknya, justru harus melakukan latihan paru-paru seperti orang dewasa.

Halaman:

Tags

Terkini