FAJARNUSA.COM—Opening Asian Games 2023 di Hangzhou, China, menjadi sorotan dunia bukan hanya karena prestisiusnya acara tersebut, tetapi juga karena inovasi yang tak terduga dalam upacara pembukaannya.
Setiap upacara pembukaan acara besar selalu menjanjikan momen spektakuler yang memukau.
Namun Asian Games tahun ini membedakan diri dengan cara yang tak terduga.
Baca Juga: Hasil Undian Badminton Beregu Putra dan Putri pada Asian Games
Sebagai negara tuan rumah, China memutuskan untuk menggantikan kembang api sungguhan dengan pertunjukan virtual, berdasarkan kekhawatiran akan dampak lingkungan.
Meskipun awalnya mengecewakan bagi banyak penonton yang berkumpul di sekitar stadion Olimpiade Hangzhou, pertunjukan kembang api virtual ini berhasil memperdaya penonton di seluruh dunia.
Pertunjukan tersebut, menggunakan teknologi Augmented Reality (AR), tampilan 3D tanpa kacamata, dan dukungan Artificial Intelligence (AI) dalam tayangan live streaming, memberikan ilusi kembang api yang sangat meyakinkan.
Baca Juga: Super Junior Rayakan 18 Tahun Debut, Gelarkan Fan Meeting dan Konser Solo
Pihak penyelenggara sebelumnya telah mengumumkan bahwa tidak akan ada kembang api, dengan alasan bahwa pertunjukan digital memiliki jejak karbon yang lebih rendah, mencerminkan komitmen China dalam mengurangi emisi karbon.
Presiden China, Xi Jinping, secara resmi membuka Asian Games ke-19 pada Sabtu, 23 September 2023, dalam sebuah pesta yang dihadiri oleh banyak tamu kenegaraan asing.
Namun, reaksi masyarakat yang berkumpul di sekitar stadion bervariasi.
Baca Juga: Promedia dan Kementrian Koperasi Berkolaborasi untuk Penguatan Jaringan PLUT-KUMKM
Beberapa merasa kecewa dengan akhir yang kurang spektakuler dari yang diharapkan, sementara yang lain tertawa geli melihat kembang api virtual yang begitu meyakinkan sehingga terkesan nyata di layar kaca.
Video-video lucu dari malam itu menjadi viral di situs media sosial, terutama di China sendiri.
Salah satu video menunjukkan warga setempat yang antusias mengarahkan kamera ponsel mereka ke stadion Olimpiade Hangzhou yang berbentuk teratai, sambil menghitung mundur bersama.