internasional

Tempat Yang Bersejarah Kini Jadi Tempat Liburan dan Penginapan ? Intip Sejarah Mengenai Prora Solitaire

Selasa, 26 September 2023 | 12:30 WIB
Tempat bersejarah yang jadi tempat liburan dan penginapan (foto: prora solotaire gmaps)

FAJARNUSA.COM — Dilansir dari The Daily Star, Sabtu (23/9/2023), bangunan beton bernama Prora di kawasan Binz, Pulau Rugen, Jerman ini dulunya dibangun untuk menampung ribuan tentara Nazi.

Sebagai informasi, Nazi atau Partai Buruh Nasional-Sosialis Jerman adalah partai yang sempat menjadi kekuatan politik utama di Jeman pada 1933 hingga 1945.

Prora Solitaire viral lantaran menjadi atraksi wisata turis. Bangunan yang kini menjadi penginapan turis awalnya merupakan kamp liburan Nazi punya Adolf Hitler.

Saat ini, Prora Solitaire itu telah diubah menjadi akomodasi mewah. Menurut Daily Mail, wisatawan bisa menghabiskan 100 pound sterling atau sekitar Rp1,8 juta per malam untuk bisa menginap di bekas kamp liburan itu.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Pasar Karbon di Indonesia Berpotensi 3.000 Triliun

Sejarah Prora 

Dilansir dari The Guardian (6/11/2017) diktator Jerman Adolf Hitler waktu itu memerintahkan pembangunan kompleks beton raksasa di Prora, Pulau Rugen Jerman, untuk menampung 20 ribu tentara Nazi sebagai jawaban Fuhrer terhadap Butlin. Hitler bermaksud menggunakan bangunan ini untuk rekreasi dan indoktrinasi.

Waktu itu, Hitler berencana memberikan hari libur bagi para pekerja sebagai bagian dari proyek Strength Through Joy (Kraft durch Freude). Namun pembangunan terhenti karena pecahnya Perang Dunia II pada 1939.

Setelah perang, kompleks ini digunakan sebagai pangkalan militer oleh Tentara Merah dan kemudian militer Jerman Timur. Situs ini merupakan salah satu peninggalan Nazi terbesar yang tersisa di Jerman dan secara resmi terdaftar pada tahun 1994.

Baca Juga: Karya Anak Bangsa, Animasi Wayang 'Desa Timun' Kenalkan Budaya Indonesia ke Gen Z

Pembangunan kamp liburan di tepi pantai seiring dengan rencana Hitler untuk memberikan hari libur kepada para pekerja. Pemberian hari libur tersebut merupakan bagian dari proyek Strength Through Joy atau Kraft durch Freude.

Namun, imbas peperangan, kamp liburan Prora tak pernah selesai dibangun maupun menyambut tentara yang membutuhkan liburan. Sebaliknya, sebagian besar penggunaan bangunan tepi pantai ini justru untuk keperluan militer. Pertama, Prora diubah menjadi kamp pelatihan untuk polisi militer Nazi.

Tempat ini juga pernah menjadi pangkalan militer Jerman Timur. Hingga saat ini, situs Prora adalah salah satu peninggalan Nazi terbesar yang tersisa di Jerman dan secara resmi terdaftar pada 1994. "Ini adalah tempat di mana 20.000 orang dipersiapkan untuk bekerja dan berperang," ujar Kepala Sejarawan Kompleks Resor Prora, Katja Lucke.

Baca Juga: Komandan Utama Presiden Putin Tewas Akibat Peluncuran Rudal Ukraina

Bukan hanya itu, Lucke menambahkan, saksi menerangkan bahwa ada 500-600 pekerja paksa yang bekerja di kompleks tersebut.

Kini, bangunan yang sempat melenceng dari kamp liburan Hitler itu telah kembali bertransformasi menjadi tempat berlibur yang mewah.

Dengan nama Prora Solitaire Apartments & Spa, pengunjung turut membagikan pengalaman menikmati liburan di bangunan bekas perang, diiringi sinar matahari di dekat pantai.

Halaman:

Tags

Terkini