FAJARNUSA - Analisa SWOT pertama kali diperkenalkan oleh Albert S. Humphrey yang mempergunakan teknik ini pada tahun 1960-an ketika ia menginisiasi sebuah proyek penelitian yang dikerjakan di Stanford Research Institute. Sejak saat itu, perlahan analisis SWOT mulai dikenal luas oleh kalangan luas dan perlahan digunakan oleh para pebisnis pada masa itu untuk memanfaatkan metode analisis ini demi menumbuhkan sekaligus mengembangkan perusahaan mereka masing-masing yang kemudian merambah ke bidang pendidikan.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata analisis dapat diartikan sebagai proses pemecahan masalah atau permasalahan yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya dan dapat juga diartikan sebagai pengkajian terhadap suatu peristiwa (tindakan, hasil pemikiran dan sebagainya) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya.
Adapun kata SWOT merupakan kependekan dari Strenghts (Kekuatan), Weaknesses (Kelemahan), Opportunities (Peluang), dan Treaths (Tantangan). (Sondang P Siagian, 2012) Analisis SWOT merupakan suatu metode analisis untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal organisasi. Faktor internal berupa kekuatan dan kelemahan, sedangkan faktor eksternal berupa peluang dan ancaman. (Imam Machali dan Ara Hidayat, 2016).
1. Strength
Komponen dalam analisa SWOT yang pertama adalah strengths atau bisa kita artikan sebagai kekuatan. Yaitu merupakan kondisi internal positif yang memberikan keutungan kompetitif dalam menghadapi persaingan bagi lembaga/organisasi. Strenghts ini juga merupakan keunggulan lembaga baik dari segi sumber daya yang dimiliki maupun upaya yang telah dilakukan yang lebih baik dari pesaing. Kekuatan ini yang kemudian menjadi pembeda lembaga pendidikan satu dengan yang lainnya (competitor).
2. Weaknesses
Komponen dalam analisa SWOT yang kedua adalah weakness atau bisa kita artikan sebagai kelemahan, yaitu merupakan kondisi internal negative yang dapat merendahkan penilaian terhadap lembaga/organisasi. Dengan kata lain kelemahan adalah kekurangan yang dimiliki oleh suatu lembaga, sehingga lembaga tersebut harus tahu bagaimana menentukan kebijakan untuk meminimalisir kelemahan agar menjadi kelebihan dan tidak menjadi penghalang untuk kedepannya.
3. Opportunities
Komponen dalam analisis SWOT yang ketiga adalah opportunities atau bisa kita artikan sebagai peluang, yaitu suatu kondisi saat ini atau masa depan yang menguntungkan. Jika dapat mengidentifikasi peluang-peluang secara tepat, maka akan mendatangkan keuntungan bagi lembaga pendidikan berupa kelangsungan hidup lembaga dan masa depan lembaga secara lebih baik.