bisnis

Peran Perempuan dalam Penggerak Ekonomi Nasional

Jumat, 20 Juni 2025 | 19:46 WIB
Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, tampil sebagai keynote speaker dalam talkshow bertajuk Perempuan Berkarya, Ekonomi Berdaya (Foto: Devi/Fajarnusa.com)

FAJARNUSA.COM (Cirebon) - Wakil Wali Kota Cirebon, Siti Farida Rosmawati, tampil sebagai keynote speaker dalam talkshow bertajuk “Perempuan Berkarya, Ekonomi Berdaya” yang digelar oleh PC Fatayat NU Kota Cirebon di Living Plaza, Jumat (20/6).

Acara ini menjadi ajang penting untuk membahas peran perempuan dalam menggerakkan ekonomi lokal dan nasional.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengapresiasi inisiatif Fatayat NU yang membuka ruang inspirasi sekaligus refleksi bersama dalam membangun ekosistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, dengan perempuan sebagai pusatnya.

Baca Juga: Bangga ! Bupati Indramayu Apresiasi 500 Siswa Penghafal Al-Qur’an Juz 30 Melalui Metode Kauny

“Atas nama Pemerintah Kota Cirebon, saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada PC Fatayat NU atas kerja keras dan dedikasi luar biasa ini. Talkshow ini bukan sekadar diskusi, tapi panggilan untuk bertindak bersama,” ujarnya.

Wakil Wali Kota menegaskan bahwa perempuan Indonesia, termasuk di Kota Cirebon, bukan lagi hanya objek pembangunan, melainkan subjek utama penggerak ekonomi.

Data dari Kementerian Koperasi dan UKM tahun 2023 menunjukkan bahwa sekitar 64,5 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan, dengan lebih dari setengah usaha mikro dan kecil dikelola oleh mereka.

Baca Juga: KAI Daop 3 Cirebon Lakukan Pemagaran Sterilisasi Stasiun

“Ini membuktikan betapa besar kontribusi perempuan dalam perekonomian kita,” tambahnya.

Seperti yang diketahui, di Kota Cirebon mayoritas pelaku usaha mikro adalah perempuan, terutama di sektor kuliner, fashion, kerajinan tangan, dan jasa.

Banyak di antaranya adalah ibu rumah tangga yang menjalankan usaha dari rumah dengan menggabungkan pekerjaan domestik dan produktivitas ekonomi.

Baca Juga: Maia Estianty Absen di Acara Ngunduh Mantu Al Ghazali, Pamit Pergi ke Eropa untuk Dampingi Irwan Mussry

Namun, hanya sedikit yang sudah tersentuh oleh ekosistem digital, koperasi modern, atau pelatihan lanjutan.

Wakil Wali Kota optimistis Fatayat NU Kota Cirebon dapat berperan strategis dalam mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan. Ia mencontohkan keberhasilan kota-kota lain seperti Surabaya, Parepare, dan Jombang, di mana Fatayat NU berhasil menjadi motor penggerak kewirausahaan perempuan berbasis komunitas melalui pelatihan keterampilan, akses modal, advokasi kesetaraan, serta peningkatan literasi digital dan keuangan.

Pemerintah Kota Cirebon berkomitmen untuk mendukung berbagai program pemberdayaan perempuan, antara lain pelatihan kewirausahaan berbasis komunitas, pendampingan digitalisasi UMKM, akses permodalan berbunga rendah, dan penciptaan ruang usaha yang ramah perempuan.

Baca Juga: Momen Hasto Kristiyanto Mengaku Bakal Minta Bantuan AI Tuk Susun Pembelaan Dirinya yang Kini Terjerat Dugaan Suap

“Kami ingin sinergi dengan organisasi seperti Fatayat NU terus diperkuat, karena solusi terbaik datang dari kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota mengajak semua pihak menjadikan talkshow ini sebagai momentum perubahan nyata. Ia menilai, pemberdayaan ekonomi perempuan bukan hanya soal pendapatan, tapi kemandirian keluarga dan masa depan kota.

"Ketika perempuan mandiri, satu keluarga kuat, dan ketika banyak keluarga kuat, Kota Cirebon pun semakin kokoh fondasinya. Mari kita wujudkan dari wacana menjadi aksi nyata,” tutupnya. **

Tags

Terkini